Wednesday, January 31, 2018

Moody and Worry

Hidup dalam ketidakpastian dan penuh dengan kekhawatiran adalah jenis kehidupan yang paling saya ingin hindari, dan saya percaya bahwa semua orang pun menginginkan hidup yang tenang dimana ada kepastian dan kekhawatiran. Saya sering berkata kepada orang2 terdekat saya bahwa saya tidak butuh menjadi orang super kaya banget, yang penting setiap hari saya bisa benar-benar menikmati hidup saya tanpa ada masalah yang besar, tapi sayangnya kita semua tahu bahwa tidak ada hidup yang seperti itu. 

Mulai dari orang jelata hingga bangsawan, semua memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Anak orang kaya mungkin terlihat bahagia, tetapi karena orang tuanya sangat protektif, dia melihat bahwa anak anak biasa jauh lebih bahagia daripada dia. Di sisi lain, anak - anak yang biasa ini ketika melihat si anak kaya ini di dalam mobil mewahnya akan berpikir "hahh gw cuma bisa main bola setiap hari, lihat anak itu di dalam mobil mewah", so yes semua orang punya masalahnya masing-masing dan sangat mungkin ada orang yang ingin hidupnya seperti kita tetapi tidak bisa.

Saya adalah orang yang tipenya moody-an, di suatu hari tanpa ada penyebab yang jelas, saya bisa tiba-tiba sedih dengan sendirinya dan malas ngapa-ngapain meskipun misalnya keuangan saya selama seminggu terakhir sangat bagus, begitu juga sebaliknya, ada minggu dimana saya tidak begitu baik keuangannya tetapi saya bisa sangat bahagia for no reason.

Jujur saja, setelah saya teliti mengapa saya suka bad mood ga jelas, itu semua dikarenakan otak saya yang tiba-tiba overwhelm dengan segala tugas yang belum saya kerjakan, ketidakpastian masa depan yang memang masih nanti2 tetapi saya belum bisa menyelesaikan isu itu dan tidak tahu bagaimana caranya, dan kekhawatiran akan hal-hal lainnya, bahkan saya bisa terngiang2 segala macam hal baik yang seharusnya bisa saya dapatkan jika saya lebih rajin / sabar / patuh, dll.

Rasanya saya ingin sekali berdoa dan meminta Tuhan memberikan bimbingan dan kekuatannya secara lisan / verbal / atau mimpi deh kepada saya supaya saya tahu apa yang harus saya lakukan ketika kekhawatiran, penantian, ketidakpastian, dan penyesalan bercampur aduk menjadi satu, karena jika saya biarkan saya dalam gelombang2 itu, saya tahu saya akan segera masuk ke palung godaan dosa dan menjauh dari Tuhan.

Saya yakin hampir dari kita semua pernah mengalami apa yang baru saya ceritakan.

Kita merenung di kamar kita dan melihat ke lampu serta berkata kepada Tuhan, berapa lama lagi Tuhan aku harus begini terus ? Aku memang menjalani ini semua tapi aku gak bahagia Tuhan dan kalau memang saya harus menunggu lagi, saya ga tahu bagaimana memotivasi diri saya sendiri untuk tetap berjalan dengan iman memegang janjiMu. Saya butuh bantuan Mu Tuhan.
Kita percaya bahwa Tuhan itu mendengar, peduli, dan akan menjawab doa kita, yang kita khawatirkan hanyalah bagaimana jika selama ini saya salah mendengar suara Tuhan, harus menunggu lebih lama lagi, dan apa keputusan yang harus diambil dalam situasi dilema seperti ini ?

Saya sering mengalami kondisi seperti itu terutama karena saya bekerja di bidang investasi, kadang kala ketika saya sudah membeli equity sebuah perusahaan dan harganya turun, saya mencari alasan kenapa harganya turun terus, apakah memang saya salah beli ?, atau sebenarnya ya ini akan naik lagi tapi takes time, atau harganya akan sideways super lamaaa dan lebih baik saya pindahkan uangnya ke equity perusahaan lain ?

Untungnya, selama hampir 30 tahun saya menjadi seorang Christian, saya belum pernah melihat rancangan Tuhan yang baik yang gagal dalam hidup saya, memang ada suatu kala saya merasa bahwa Tuhan tidak menjawab doa saya dan saya tidak ditolongnya, tetapi ternyata di posisi itu lha justru Tuhan memulai pertolonganNya dan membawa saya ke lembah yang lebih tinggi lagi.

Sebagai cerita saja, di tahun 2015 saya pernah membeli sebuah equity perusahaan yang menurut saya punya prospek cerah (sebuat saja perusahaan A), setahun saya memegang itu harganya jatuh parah berbarengan dengan kondisi global yang memburuk, akhirnya equity itu turun hampir 70%, saya berdoa setiap hari agar harga equity itu naik, tetapi tidak terjadi. 

Jelang akhir 2015 hingga awal 2016 harga equity itu membaik dan rugi saya hanya tinggal 25-30%, saya merasa wah Tuhan menjawab doa saya, ga tahunya komisaris perusahaan itu tersangkut kasus besar korupsi dan suap sehingga melorot lagi kerugian saya menjadi sekitar 40% (sampai hari ini harganya masih segitu gitu aja setelah 2 tahun)

Saat hal itu terjadi saya bilang kepada chubby my girlfriend bahwa ya disinilah ternyata akhir cerita investasi A, harganya ga akan kemana mana harusnya karena kasus ini, lalu saya cutloss besar-besaran, hal terlihat buruk. Tetapi karena saya cutloss itu lha saya memiliki modal kembali untuk membeli equity di perusahaan lain dan dalam 2 tahun saja investasi saya sudah naik 200% lebih. Kalau saja saya masih memegang itu, uang saya akan stuck segitu-gitu aja.

Keputusan cut loss equity itu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup saya dimana semua uang sudah diinvestasikan dan saya harus menelan kerugian 40% dan saya masih ingat di saat hari saya cutloss, sejak malam sebelumnya saya sudah sangat stress tidak bisa tidur, bangun sangat pagi karena memang tidak nyenyak, dan paginya siap menjual equity perusahaan tersebut dengan ketakutan jika harganya anjlok parah, untungnya tidak, saya bergumul namun ada damai dari Tuhan Jesus berjanji akan menghibur dan membantu saya, and He did it.

I never regret my decision to get out from that equity, kalau saja tidak ada kejadian korupsi itu mungkin nasib portfolio saya tidak akan sebaik hari ini.

Jadi, lagi dan lagi, saya ingin bilang kepada diri saya diri sendiri dan juga you guys as a reader bahwa ya memang akan ada moment kita menjadi bad mood dan secara manusiawi itu wajar, tapi jangan lupa untuk segera bangun dan sadar bahwa Tuhan masih diatas sana kok mau bagaimanapun mood dan keadaan kita.

Apapun keadaan kalian hari ini dan masa depan yang mungkin tidak pasti (saya juga ada hal yang sedang saya bergumul setiap hari) tapi saya percaya bahwa Tuhan Jesus akan menolong saya dan nanti ceritanya akan update saya di blog ini. Untuk pembaca lama blog ini harusnya sudah tau apa yang saya gumulkan :D its time to step up to serious phase guys !

Satu quote untuk conclusion post hari ini

NEVER BE AFRAID TO TRUST AN UNKNOWN FUTURE TO KNOWN GOD

Yes, we know Him, He is Jesus Christ

Alright, thats all for January post, we will welcome the month of love a.k.a February, I'll see you on the next posts, hope today post can "restart" your faith again, amien.

When I am afraid, I put my trust in you - Psalm 56:3

Dear My God, Jesus Christ
I have to admit that my life is full with uncertainty
I can't recall any moments I live without any uncertainty
I thank that uncertainty
because that uncertainties always bring me closer to You

Sure, I always need Your help and guidance
because without it, I feel stressed and worried
My mood swing from day to day
My future seems bleak 

Yet You assured me that Your plan for me is always
filled with hope
and looking back into my 25 years life
I believe that 
Those who leave everything in Your hands
will finally see Your hands in everything
Amien

Monday, January 22, 2018

A RIGHT CURIOSITY #2018RESOLUTION

Happy new year everyone, I hope you end 2017 on a high note or maybe you already get a good break in early of this year ? whatever it is, I always pray that we all will have a happy new year in every aspect of our life.

Beberapa bulan terakhir adalah bulan yang menyenangkan untuk saya secara finansial, tapi di sisi lain juga saya harus mengakui bahwa selama setahun terakhir, saya seperti merasa spiritualitas dan rohani saya masih bertumbuh tapi dengan pace yang super slow, kalau dulu saya sering cepat mendapatkan pelajaran dan hikmat baru dari Tuhan, saya harus akui setahun terakhir ini saya cukup sering berputar2 di tempat yang sama.

Memang ada proses jatuh bangun, tapi saya tidak mau proses jatuh bangun itu sia-sia tanpa mengetahui apa core masalahnya, karena saya yakin dengan mengetahui core penyebab pelannya growth saya, saya bisa memperbaikinya, kembali ke track yang cepat dan bisa mencegah hal yang sama terulang di masa depan.

Akhirnya, setelah me"riset" diri saya sendiri belakangan ini, Tuhan Jesus seperti bilang bahwa masalahnya adalah rasa ingin tahu dan penasaran saya seringkali terlalu duniawi yang akhirnya mengurangi minat dan waktu saya yang seharusnya bisa untuk Tuhan. Well, sounds about right !

Setahun terakhir ini, saya yang masih aktif di twitter, instagram, dan juga memang pekerjaan saya yang menuntut harus selalu tahu apa yang terjadi selama 24 jam terakhir secara live membuat kehidupan saya masuk dalam masa sindrome FOMO (Fear of Missing Out)

misal 15 menit saya membuka twitter hanya untuk mengecek news finansial terbaru, lalu saya sudah siap untuk membaca Alkitab, eh di salah satu twit ada fakta yang menarik yang kalau dibuka mengarah untuk menonton fenomena itu secara langsung di youtube, lalu semakin penasaran saya cari orangnya di instagram, membaca artikel mengenai hal2 itu, dan akhirnya hari semakin malam tanpa sadar semua aktivitas tadi menyedot 2 jam dan saya sudah sangat cape untuk membaca  Alkitab, akhirnya membaca sih tetap membaca tapi menjadi seperti aktivitas rutin saja.

Ini tapi masih mending karena hanya "memangkas waktu" kita dengan Tuhan (bukan berarti saya bilang ini tindakan yang baik lho), maksud saya lebih baik ketimbang salah fokus yang dibawah ini :

misal ketika ada video yang heboh (ya apalagi sebagai man) beredar tentang sebuah dosa tertentu, semua akan sibuk mencari berita mengenai video itu, bahkan ada yang nekat mencari link video tersebut, katanya sih penasaran emang gimana video itu, lalu dicari tau instagram si pemeran film, membaca comments di foto si pemeran, dkk. Malahan ga perlu kita cari pun, kadang2 teman teman kita di grup wa, line, dkk akan mengirimnya ke grup yang "menggoda" atau memaksa kita untuk menonton video tersebut.

Sudah pasti sebagai seorang pria yang memang punya weakness di mata, akan banyak yang mulai mikirnya gak gak, yang dulunya mungkin sudah tobat jadi kegoda lagi, dan akhirnya menonton. Ok lha mungkin 1 video saja ga buat masalah, tapi biasa jika anda menonton video yang gitu, youtube atau provider video lainnya akan memberikan suggestion anda ke video2 lain yang scene / filmnya kurang lebih mirip dengan video tadi, semakin ditonton, semakin ga tahan untuk berbuat dosa, semakin habis juga waktu yang harusnya untuk Tuhan.

Boom, jatuh lha ke dalam dosa, merasa malu dan menjauh dari Tuhan, akhirnya hidup jadi sengsara dan hambar karena merasa sudah berdosa + mengecewakan Tuhan, malu sudah minta maaf berkali2 tapi masih diulangin lagi. Ini contoh salah fokus yang udah memangkas waktu dengan Tuhan eh sekalian bikin kita jauh dari Tuhan.

Seperti kebanyakan orang pada umumnya, saya juga punya resolusi tahun ini, bukan untuk jadi kurus, karena saya memang ga gendut anyway, tapi resolusi saya tahun ini adalah RE-FOCUS my life to things that really matters, don't spend time to follow the development of this world, cause it will not stop, and dont spend our curiosity to sin things because if we misplaced our curiosity it will backfire to us and drown us in the lake of shame.

Tahun ini saya mau mengarahkan rasa penasaran ke saya ke hal2 yang bisa membuat saya bertumbuh, banyak kok yang bisa kita lakukan, daripada search soal artis, berita-berita politik, gosip, video aneh2, mending kita fokus penasaran pada hal-hal yang menggelitik soal Christianity, misalnya mengapa Yunus berada di perut ikan selama 3 hari 3 malam, apakah ini ada hubungan dengan kebangkitan Yesus / Petrus yang menyangkal 3x ?, siapa istri Kain kan Tuhan hanya menciptakan Adam Hawa lalu Habel pun dibunuh Kain ?, 

atau ternyata dulu bukit golgota tempat Yesus disalib adalah area dimana Abraham diminta untuk mempersembahkan Ishak tapi karena Abraham taat, Tuhan justru menggantinya dengan domba, Berapa jumlah ikan di danau Tiberias yang ditangkap Petrus saat Tuhan Yesus yang telah bangkit menyuruh mereka untuk menebarkan jalanya ?, tahukah kalian bahwa Paulus ketika sembuh dari butanya tidak langsung melayani Tuhan tetapi menunggu beberapa tahun dahulu ?, atau tahukah kalian bahwa urutan kitab di alkitab ternyata bukan berdasarkan time based ? mengapa Markus, Lukas, Yohanes, Matius isinya mirip2 tapi ada bagian / cerita yang salah satu dari mereka tulis sendiri sedangkan yang lain tidak tulis ?

Redirect, Refocus, itulah misi saya tahun ini, saya rasa 1 tahun belakangan saya mengarahkan terlalu banyak energi ke hal2 yang tidak penting atau bahkan berdosa, sehingga ini waktunya untuk kembali ke track yang benar.

Ingatlah suatu perkataan bijak bahwa IF SATAN CAN'T MAKE YOU BAD, HE WILL MAKE YOU BUSY OR DISTRACT YOU. 

So guys, apapun plan kalian tahun ini, jikalau kalian merasa hidup kalian hampa, mungkin itu karena kalian sudah salah fokus dan salah mengarahkan energi hidup kalian, ini waktunya untuk berubah.

Mari kita menjadi seperti apa yang Daud katakan di Mazmur pasal 1 ayat 1-3

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan, dan yang MERENUNGKAN TAURAT ITU SIANG DAN MALAM, ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya BERHASIL

That's all for today post, I will see you again later this month for the 2nd posts, I hope today post can used by God to reshape your focus and maybe become an inflection point of your life, lets redirect our focus to Him once again.

Dear My Only God
I spent so many times to focus on what happen in this world
I just dont realized that it distract my focus from You
it made me vulnerable to sin temptation
because yeah, this world has fallen

In 2018, I want to know You more
 I want to direct my energy, time, and focus to You
I want to experience a breakthrough in my spiritual life this year
I am not only expecting for blessing or miracle, but I want to be a real Christian

A Christian who really walk the talk, who obey You
so people in this world can see You through me
cause I want people know that I have the only God and best Heavenly Father in universe
Amien


Sunday, December 31, 2017

2017 Spiritual Reflection

Hi everyone, We are now 24 hours before entering a new year 2018, how are you this year ? how you sum up your year ? is it good, fabulous, bad, worse, or so so ? 

Whatever it is, I hope you will experience a better life in 2018. I wanna take some time to reflect what I experienced this year when it comes to my relationship with Jesus Christ. 

Saya mendapatkan banyak pelajaran tahun ini, dan saya bersyukur bisa melewati tahun 2017 ini dengan baik, jika saya boleh me rating hidup saya di tahun ini maka saya akan berikan rating 8/10. 

Dannnn, inilah beberapa refleksi yang ingin saya bagikan kepada kalian mengenai hubungan saya dengan Tuhan Jesus di tahun ini

1. He is My Comeback King

Saya mengalami beberapa kondisi yang kurang nyaman dalam hal investasi di tahun ini, disaat saya sedang bergumul karena hal tersebut dan di saat saya merasa bahwa "ya saya harus bangkit dan menyusun ulang plan investasi saya yang mengalami kerugian", tiba-tiba tangan Tuhan Jesus bekerja dengan sempurna, mungkin ada 2-3x moment dimana saya yang harusnya mengalami kerugian justru berbalik untung hanya dalam waktu yang singkat saja, sampai-sampai saya sendiri tidak percaya betapa cepatnya kerugian itu berbalik menjadi keuntungan yang besar. Disitu pun saya belajar bahwa sebaik-baiknya saya mampu menganalisa sebuah instrumen investasi, saya hanya bisa bergantung kepada Jesus.

2. He never leave me

Tahun ini mungkin pertama kalinya sejak beberapa tahun terakhir saya merasakan kehidupan spiritual saya naik turun atau bahkan stagnan dalam kurun waktu tertentu. Godaan dosa bisa dibilang cukup banyak dan ada saat dimana saya bisa melewatinya, ada juga saya tidak mampu melewatinya, tetapi Tuhan Jesus tetap berada di sisi saya menemani ketika saya berada di guilt and shame valley. Tahun ini juga saya bisa dibilang cukup sering bolong baca alkitab (meskipun saya akhirnya bisa mengejarnya), but yeah again, He is very patient with me, so I thank Him for gave me an abundant grace and mercies this year.

3. He bless me more than I deserve

Entah sudah berapa kali Tuhan mengasihi saya lebih dari saya mengasihiNya. Kadang saya merasa bahwa saya ini sudah jauh dari Dia dan saya tidak pantas lagi menerima berkat Nya (meskipun saya masih pengen !), tapi kasih Dia terlalu besar untuk saya sehingga Dia mau untuk terus memberkati saya dengan berlimpah-limpah dalam hal keuangan, pekerjaan, kesehatan, maupun hubungan

4. He taught me that Christianity is more than just a worldly blessings

Saya bersyukur bahwa tahun ini saya banyak diajar oleh Tuhan melalui khotbah2 pendeta saya bahwa menjadi seorang Kristen itu bukan berarti mengenai kesembuhan, berkat keuangan saja (sudah terlalu banyak gereja yang mengajarkan hal itu), tetapi juga bagaimana kita harus naik level untuk menjadi seorang Kristen yang benar-benar merepresentasikan Tuhan di sikap2 hidup kita, bagaimana kita bisa menjadi saksiNya di dunia ini dan menjadi berkat bagi orang2 di sekitar kita.


5. He believe me even when I dont believe in myself

Sepanjang tahun ini ada kalanya saya merasa bahwa "okay I messed up with my life and also with Him, there is no chance to go back at least for some time", tapi Dia bisa selalu menenangkan saya dengan berkata bahwa tenang saja AnakKu, kamu bisa, memang terlihat sulit, tapi kamu bisa kok, WHAT I DID TO YOU IN THE PAST, I CAN AND I WILL DO THAT AGAIN, and yes God proved His faithfulness to me

6. He taught me how to be calm in stressful condition

Ya sudah pasti di saat saat saya sedang mengalami masalah dan down, membaca quotes2 ala ala orang sukses tidak membantu banyak, membaca quote mainstream seperti "after rain, there comes the rainbow" pun tidak mempan lagi, di tengah rasa panik atau takut, ada satu damai yang berkata "tenang, masih ada Aku, believe in Me." Seringkali kondisi belum membaik tapi ada damaiNya yang menyertai saya hingga akhirnya badai itu berlalu dan saya benar-benar bisa melihat "pelangi"

7. He wants me to grow in spiritual things

Tuhan Jesus senang memberkati kita dengan banyak jenis berkat mulai dari keuangan, kesehatan, pasangan, keluarga, dll, tapi saya merasa bahwa hampir di setiap waktu Dia selalu mengingatkan saya untuk terus bertumbuh dalam hal spiritual karena saya sendiri percaya bahwa suatu hari nanti saya akan dipakaiNya untuk bisa memperluas firman Tuhan melalui talenta yang Ia sudah berikan kepada saya

8. He aways give us a hope

Di saat masalah sedang melanda hidup saya, sangat mudah untuk berpikir yang gak-gak alias berpikir yang the worst scenario, tetapi saya mendengar Tuhan Jesus berkata "do you think I am a bad god so you have to always prepare for worst outcome ? do you think I like to give bad things to My children ?", pertanyaan itu menyentak saya yang selama ini terkadang suka mikirnya yang terjelek melulu, after all, Dia benar, saya melihat kembali hidup saya yang hampir 30 tahun ini dan pada akhirnya memang Dia selalu membawa saya naik dalam segala hal dengan cara-caraNya yang ajaib.

Menyambut tahun 2018 ini saya memiliki resolusi pribadi bahwa saya harus bisa lebih lagi mengasihi Tuhan Jesus yang sudah terlebih dahulu mengasihi saya dengan luar biasa. Saya harap kita semua bisa memiliki prioritas resolusi 2018 yaitu lebih mengasihi Tuhan Jesus serta bertumbuh secara spiritual. Saya pribadi memilih ayat Matius 6:33 sebagai ayat saya di tahun 2018 yang berbunyi

"Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuaNya itu akan ditambahkan kepadamu"

Okay, let us say goodbye 2017 in a Godly way, I do hope that your life in 2018 is better than 2017, let's facing 2018 with faith rooted in His faithfulness. Amien

I'll see you again on the next posts in January 2018, thanks for being a faihtful reader, I feel honored and appreciate your time to read this blog.

Dear My Only God
Finally I stand on the last day in 2017
I experienced a lot of ups and down this year
but I managed to finish at top
All because of Your grace
without You, my effort is useless

God, thanks for being patient with me this year
I can't recall how many times I let You down this year
but You still being faithful to me
Sometimes I thought You will mad at me and leave me
but You not doing that.
You stick with me because You love me

Thanks for accompanied me this year oh Jesus,
in 2018, I wanna love You more than I did this year
I am blessed to have a Heavenly Father and God like You
Amien