Friday, December 8, 2017

When Our Faith Underestimate Jesus Abilities

Don't forget to check my 2 posts in the last 2 weeks

* When God Flex Your Muscle
* Roller Coaster Christian

Siapa yang tidak pernah mendengar seseorang menasihati atau menghibur temannya yang kesusahan dengan kata "sudahlah bro / sis, percaya deh ini semua terjadi karena ada maksud Tuhan, yang mungkin belum bisa kita lihat, kamu sabar aja.", Saya yakin ini kalimat yang sudah sangat mainstream dan bahkan mungkin kita pernah mengalami dihibur atau menghibur dengan kalimat itu.
Well, saya percaya benar bahwa kalimat everything happen for a reason itu benar, tapi yang saya perhatikan adalah ada beberapa atau mungkin cukup banyak orang Kristen yang mulai berpikir bahwa "ya sudah saya seperti Sadrakh Mesakh Abednego yang mereka dihukum dimasukan dalam perapian, Tuhan bisa selamatkan kami tapi kalaupun tidak kami tidak akan mengkhianati Dia dengan menyembah tuhanmu". 

Sekali lagi saya mau katakan apa yang Sadrakh Mesakh Abednego ini juga benar, tapi di jaman saat ini saya melihat banyak orang yang mencintai Tuhan tapi di sisi lain seperti menge-set ekspektasi mereka terlalu rendah bahwa Tuhan tidak bisa menolong mereka seperti yang mereka inginkan, mereka adalah tipe yang mungkin sudah putus asa sehingga selalu berpikir bahwa Tuhan hanya peduli dengan apa yang terjadi di surga dan bukan di dunia ini.

Saya agak terkesan dengan kisah Lazarus, Martha, Maria, dan Yesus di Yohanes 11:23-24

Di pasal ini kita bisa mengetahui bahwa ceritanya adalah Lazarus sudah meninggal, dan Tuhan Yesus "sengaja" datang terlambat 4 hari, dan ketika Yesus datang, Martha menangis dan berkata "Ya Tuhan, kalau Engkau ada disini pasti kakak ku tidak akan meninggal."

Tuhan Yesus lalu menjawab "Martha, kakak mu akan bangkit"

Disini bagian menariknya, Martha menjawab "Ya Tuhan, aku percaya dia akan bangkit lagi di hari kebangkitan."

Saya tidak mau menjudge, karena kalau kita sendiri di posisi Martha pasti mikirnya gitu, tapi disini yang mau saya highlight adalah kita kadang tidak percaya bahwa Tuhan bisa lho menolong dan mengabulkan apa yang kita benar-benar mau, dan kita tahu sendiri di akhir cerita Lazarus dibangkitkan oleh Jesus. Martha berpikir Lazarus akan bangkit di hari-hari terakhir nanti, tapi Yesus bisa membangkitkannya hari itu juga dan membuat Lazarus berkumpul lagi dengan saudara-saudaranya.

Berapa banyak dari kita yang sudah berdoa ini dan itu, lalu karena Tuhan terlambat menjawab doa kita, akhirnya kita mengeluarkan sisa-sisa iman kita sambil berserah dan berkata "Ya sudahlah Tuhan, aku tau apa yang Kau rencanakan itu terbaik dalam hidupku, mungkin aku yang salah selama ini berdoa untuk sesuatu yang tidak Kau rencanakan dalam hidupku"

No, bukan berarti Tuhan selalu begitu, berdoa seperti itu bagus tapi kalau kita periksa lagi hati kita apakah kita benar-benar bisa menerima hal seperti itu ? biasanya tidak kan, itu udah campur rasa kecewa dan berserah. Bahkan ada yang sebenarnya berdoa dengan kalimat di atas sambil mungkin berpikir "Ya sudahlah, apa maunya Tuhan aja lha, kayaknya gw minta apa-apa juga ga dikasih, pokoknya semaunya Dia aja, gw ya cuma harus ikut aja". 

Saya tahu karena saya pernah mengalami hal yang serupa, saya bahkan pernah berpikir bahwa Tuhan itu hanya berpikir soal bagaimana firman bisa tersebar di bumi ini, dan urusan urusan duniawi seperti soal kesehatan, keuangan, romance, family kita itu bukanlah prioritas Dia, dan lebih konyolnya lagi saya pernah berpikir bahwa semua ayat2 yang bagus di Alkitab itu hanya pure untuk sesuatu yang berbau rohani aja.

Tapi saya salah, siapa bilang Tuhan hanya memikirkan hal itu, Dia juga memikirkan hal-hal kehidupan kita lho. Makanya kita sudah sering kan mendengar kisah-kisah orang yang mengalami mujizat di kesehatan, keuangan, romance, family, dan bahkan di Alkitab banyak kisah-kisah seperti itu kan, jadi sejak saat itu saya stop berpikir bahwa Tuhan hanya mau kita mengabarkan injilNya dan tidak peduli dengan doa duniawi kita.

Hal yang saya pelajari selanjutnya adalah doa-doa "duniawi" yang kita lakukan akan dikabulkan olehnya untuk membuat kita bisa senang SEKALIGUS membantu misi yang Dia berikan untuk kita di dunia ini, itulah kenapa Dia adalah Bapa dan Tuhan yang maha hebat, Agung, maha tahu, dan maha Baik. Dia tahu benar apa itu namanya peribahasa "sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui" :D

Memang di saat doa kita dijawab, tidak mudah untuk bisa berpikir bahwa Tuhan peduli dengan kita, dan selalu yang dipikiran kita ya itu tadi "Hal yang gw pengen ini berarti bertentangan dengan apa maunya Tuhan", no no, belum tentu. Kalau memang Tuhan pengen hal itu terjadi untuk kamu, selama perjalanan masa menunggu, Dia akan menguatkan kamu, meskipun kamu sudah capek tapi secara ajaib mungkin nanti Dia bisa kirimkan tanda seperti yang Dia lakukan pada saya, Dia mau supaya kita tidak menyerah berdoa.

Nah kita sudah memasuki masa natal nih, masa dimana-mana orang merayakan kelahiran Jesus ke dunia ini untuk menebus kita, dan masa-masa orang saling bertukar hadiah. Untuk anak kecil ini adalah masa meminta hadiah kepada Santa Claus. Kalau ada dari kita semua yang selama ini sudah meminta sesuatu kepada Tuhan tapi mulai menyerah, mari kembali berharap sekali lagi, percaya bahwa apa yang dikatakan di Efesus 3:20 bahwa 

"Dia sanggup untuk melakukan segala sesuatu lebih dari apa yang kita minta dan bayangkan, seperti yang ternyata dari KuasaNya yang bekerja dalam kita."

Okay, that's all for today post, I'll write one more post again this year, I hope today post can used by God to strenghten your faith ya and keep your hope alive.

Dear My Amazing God
Who doesn't know that You are a Great God
God who can do all things
making impossible things possible

Many times
 I don't have a faith that big enough to believe Your abilities
and I thought You only care about spiritual things in my life
Yet, You care for all aspects in my life

I don't want to be a child who only loves Your hands
but I always want to love You too
because You are the source of my life
Thanks for always take care of me, Jesus
Amien

Saturday, December 2, 2017

When God Flex Your Muscle

Sudah 3-4 tahun rasanya terakhir kali saya berolahraga dan weekend ini saya akhirnya mencoba berolahraga lagi, bukan dengan lari pagi ataupun main futsal seperti dulu, tetapi langsung pergi ke GYM. Karena saya punya niat untuk membesarkan otot bahu dan dada saya maka saya memainkan beberapa alat tertentu, dan seperti yang sudah bisa diperkirakan sebelumnya, esok paginya sudah pasti akan terasa pegal yang luar biasa di bahu dada, dan paha serta betis. 

Saya pun sudah mencoba mencegahnya dengan memakai minyak gosok dan ternyata sia-sia juga, kebayang kalau saya gak pakein minyak gosok malemnya, mungkin pas pagi lebih sakit lagi. Mengapa otot saya sakit semua ? karena sudah lama tidak dilatih, apalagi selama 3-4 tahun terakhir kerjaan saya hanya duduk melulu aja, jadilah ketika bermain alat-alat gym langsung seakan akan rontok.

Saya rasa begitu juga dengan iman kita dalam perjalanan Kristen kita. Kalau hidup kita sudah terlalu nyaman dan kita merasa well ya gw disini sini aja juga gpp lha, ga berkembang lagi juga gpp. Tapi sama seperti badan yang tidak diexercise, mungkin kelihatan sehat2 aja meskipun perut buncit sedikit, itu sebenarnya bisa menimbulkan bahaya yang sangat besar karena kebanyakan duduk juga bahaya lho.

Saya selalu berpikir bahwa mungkin memang Tuhan kadang-kadang mengirimkan ujian kepada hidup kita bukan untuk ngerjain atau hukum kita tapi Dia hanya ingin menjaga atau membangunkan otot-otot iman kita yang sudah lama beristirahat dan dalam masa status quo. 

Nah, kembali ke soal gym ngegym tadi, badan saya sakit karena ini yang bener2 pertama kali saya berolahraga lagi setelah 3-4 tahun terakhir, tetapi sesuai saran yang melatih saya, asal saya konsisten gym 2-3x aja seminggu, maka dijamin sebulan saya sudah ga akan sakit2 lagi badannya kalau latihan dan malah kamu akan semakin dekat dengan mimpi membentuk badan kamu.

Semua orang yang ngegym ingin sehat atau tampil bagus, tapi masalahnya itu semua ga gampang, kalian harus latihan terus, jaga makanan, dan saya pikir2 itu sama juga seperti konsep kehidupan Kristen, bahwa selain diexercise oleh Tuhan, kita juga harus menjaga makanan kita dan pantang terhadap godaan, percuma saja kalian diexercise oleh Tuhan dengan beberapa masalah-ujian tapi kalian malah meresponinya dengan jatuh ke dalam dosa yang kalian kira akan membantu kalian merelease emosi stress kalian saat menghadapi ujian Tuhan, malahan makanan rohani yaitu firman Tuhan kalian tinggalkan.

Saya pernah mengalami dan sudah banyak melihat orang yang sedang dalam masa pembentukan otot iman oleh Tuhan, mereka ya menjalaninya tapi malahan melakukan dosa-dosa lain juga dengan alasan "bro gw stress ya gpp lha break dikit", nah salah ini, sama seperti udah ngegym tapi malah makan yang banyak micin atau chicken wings, yah ini mah sama aja boong, jangan ngarep otot kamu bisa berkembang.

Kalau kalian sudah terbiasa menjalani ujian itu, menjaga makanan rohani kalian dan menjauhi pantangan, maka setelah beberapa waktu, kalian sudah kuat dan tidak lagi sakit2an (alias gampang mengeluh kepada Tuhan) dan kalian akan melihat hasilnya dimana bisa saja doa kalian dikabulkan dan kalian juga mengalami experience yang luar biasa bersama Tuhan Jesus.

Jadi point yang ingin saya sampaikan hari ini adalah perjalanan kita menjadi seorang Kristen tidak berhenti di satu titik saja, di saat hidup kita terasa sangat nyaman dan Tuhan melihat growth kita mulai stuck apalagi kita malah terjun ke dosa-dosa yang sudah lama kita tinggalin atau bahkan yang dulunya ga pernah kita sentuh, He may send something to flex our faith muscle again, and at that time we need to deal with that while keep the shape of our faith by avoid worldly sinful pleasure and feed our faith with God's words.

Intinya God loves to see us growing, so jadikan moment2 setiap hari dan minggu, bulan, tahun mu sebagai kesempatan yang baru untuk bertumbuh.

Alright, I hope today post can empower You to keep growing in God and I'll see you again on the next posts, we are getting closer to Christmas my favourite month, a miracle month, Amien !

For Physical training is of some value, but godlines has value for all things, holding promsie for both the present life and the life to come 

1 Timothy 4:8

Dear My Life Mentor
Sometimes when my life is very comfortable
 I could forget about You and Your words
I was lead astray and move far away from You

But You always know how to call me back
sometimes with grace, the other times You taught me in a hard way
Actually You can despise me and no longer care about me
You have billions child yet You still wants me 

Now I know why the song say
 "there is none like You, No one else can touch my heart like You Do"
Thank You My Heavenly Father, Jesus
Amien



Sunday, November 26, 2017

Roller Coaster Christian

Saya yakin hampir dari kita semua pernah dan mungkin saat ini adalah seorang Roller Coaster Christian, apa maksudnya Roller Coaster Christian itu ?

Well, ada kalanya dimana kita merasa bahwa kita adalah salah satu anak terbaik yang Tuhan miliki di bumi ini, misalnya setelah pulang dari gereja, kita rajin membaca alkitab, besok paginya melakukan full praise and worship session, memberikan persembahan yang besar ke gereja, membelikan makanan untuk pengemis yang mengemis di depan restoran tempat kita makan, menolong teman kita yang sedang kesusahan, datang ke setiap persekutuan doa, mendoakan orang-orang yang membutuhkan, menonton channel youtube yang isinya khotbah2 dari pendeta top dunia. 

Detik itu kita merasa bahwa wow, I am so good and Jesus must be proud of me. Setiap lagu praise and worship yang kita nyanyikan kita bisa menangis karena mengingat kebaikan Tuhan, pokoknya mantap sekali dah. Kita ga lagi habisin waktu buka instagram karena kita membaca buku devotional, Christian spiritual growth, dan kita berbicara tentang kebaikan Jesus ke teman-teman kita. Kita kuat menghadapi godaan apapun bahkan kita seperti bilang kepada Iblis "Hi Iblis, sorry gw udah ga bakal kegoda lagi, tempt me as much as you can, I love God and I promise Him I will not hurt Him anymore."

PERFECT kalau katanya lagu terbaru Ed Sheeran

Tapi, ada kalanya kita menjadi 180 derajat terbalik dari keadaan di atas.

Kita merasa bahwa gereja hanya menghabiskan waktu alias rutinitas, Males membaca Alkitab karena kita merasa Alkitab ya isinya itu itu aja ga berubah dari gw kecil (siapa sih yang ga tau Tuhan Jesus buat mujizat ini itu, maha pengampun, siapa sih yang ga tau Tuhan Jesus mati diatas kayu salib untuk nebus dosa gw ?), boro-boro melakukan P&W session, setiap hari kita langsung sibuk dengan berbagai urusan dan lebih menarik dengar gosip, lagu2 dunia. Ga ada urgensi untuk cerita Jesus ke temen2 kita karena menurut kita belum tentu juga mereka nyaman dengerin gw ngomong gitu, males nolong orang apalagi doain karena menurut kita belum tentu juga gw doain terkabul yang ada malah malu2in aja habis doa ntar dia tetep ga berubah keadaannya.

Ikut persekutuan doa ? terpikir saja tidak. Nonton Youtube channel khotbah Joel Osteen, Meyer, Jeffrey Rachmat, Jose Carol, dll ? mending cek instagram temen2 kali !. Nyanyi lagu P&W juga angin2an ya asal nyanyi aja yang penting kagak melenceng dari nada aslinya. Soal godaan Iblis ? well, Iblis ga perlu godain, malah kita yang datengin dosa itu sendiri karena kita jenuh, stress, atau bahkan hidup kita terlalu baik sampe kita lupain Tuhan, alhasil jatuh dalam dosa yang sama berkali-kali. Pola doanya pun berbeda "God please forgive me, I fell into the same hole again and again."

That's "Christian" life cycle yang dihadapi oleh banyak orang Kristen. tidak peduli apa jabatan anda di gereja atau sudah berapa lama anda menjadi orang Kristen, ada dan bahkan banyak yang modelnya begini kan ?

Lalu, apa yang salah dan harus diperbaiki ?

Well, saya rasa ini adalah sebuah cycle yang memang biasanya dihadapi oleh Christian yang sudah mulai merasa "jenuh" atau merasa hidupnya tidak berubah sejak menjadi Christian. Biasanya Kristen pemula atau yang sudah melewati cycle ini dan bertobat, hidup mereka akan kembali passionate soal Jesus.

Jadi sebenarnya menurut saya tidak semua masalah dalam kehidupan Christian ini adalah selalu karena ada yang SALAH dan HARUS DIPERBAIKI.

Eit, tunggu dulu bukan berarti saya support untuk kita menjadi Christian yang model Roller Coaster ini.

Saya sendiri bisa dibilang juga masih belajar untuk benar-benar menjadi Christian model Airplane dimana dia akan naik terus levelnya. I am not a perfect Christian (yet), but I will do my best with God's help to become a better Christian day after day and God has enough grace for me.

Saya tidak bisa bayangkan kalau Tuhan kita adalah Tuhan yang pemarah dan kerjanya hukum2 doang, mungkin saya sudah jadi dendeng goreng, tapi Dia sabar dan tahu bahwa anak ini hanya perlu dibimbing dan diberi grace maka nantinya Dia akan berubah dan terus berkembang menjadi seorang Kristen yang lebih baik.

Tentu akan ada waktu dimana menurut Tuhan, enough ini anak terlalu bergantung pada grace dan kelihatannya ga ada inisiatif untuk bertobat, maka harus dikasih teguran yang cukup keras atau bahkan keras supaya dia sadar.

Saya percaya bahwa pertobatan yang sesungguhnya terjadi bukan karena kita takut Tuhan akan marah dengan dosa2 yang kita perbuat dan memberikan hukuman, kalau masih seperti itu prinsip pertobatan kita well rasanya level Christian kita masih SD atau bahkan TK ! karena pertobatan yang sesungguhnya adalah karena kita mengasihi Tuhan Jesus dan mau taat, bukan karena kita takut dengan hukumannya.

Kembali ke topik kita, saya tidak punya kiat khusus yang dibagikan untuk mengatasi Roller Coaster Christian ini karena yang seperti saya bilang tadi, saya juga masih belajar. But then again, saya berusaha bahwa setiap saya berada di bawah saya tidak boleh berlama-lama dan harus segera naik lagi. Kadang-kadang saya turun dari peak bukan karena saya sadar akan hal itu, justru karena saya terlalu nyaman dan mengira bahwa saya sudah cukup hebat sebagai Christian, disitulah awalnya saya akan bergerak turun.

Contohnya nih

saya rajin baca alkitab 7 pasal seminggu, tiap hari puter lagu Christian, baca buku Christian, dll, nah suatu hari saya akan menemukan sedikit kesenangan duniawi aja misalnya berolahraga, nonton film yang bagus, atau main ke mall, dan sampe rumah udah cape lalu berpikir "ya udahlah ya besok aja baca biblenya, TOH GW SUDAH BACA BANYAK MINGGU KEMAREN, SKIP SEHARI IT'S OKAY LHA YA TUHAN."

Taraa, besoknya akan lupa lagi karena tiba-tiba ga tau kenapa ada hal penting di kerjaan yang harus diurus, dan mulailah lupa membaca bible itu menggulung. Saya sadar tapi saya berpikir "tenang besok pagi gw balap baca itu 3-4 pasal sekaligus" but that's merely a wish and hope, karena saya akan lupa lagi, jadi males berdoa karena malu sama Tuhan, dan disitulah biasanya dimulai roller coaster dari atas kebawah.

So biasanya bukan yang kita mau kebawah tapi karena terlalu santai diatas disitu lha kondisi akan stagnan dan perlahan tapi pasti kita akan turun.

Saya salut dengan orang yang bisa memaintain terus di peak dan saya harus belajar dari mereka, kadang2 saya juga merasa saya bisa di peak of my Christianity life ketika sedang ada masalah / ketika hidup sedang senang, dan juga bisa di rock bottom ketika sedang ada masalah / ketika hidup senang juga, jadi memang agak tricky.

Ada juga yang merasa bosan karena merasa seperti berdoa kepada dinding. "Gw ga pernah denger suara Tuhan, tiap doa juga ya kayaknya ga dijawab gitu, jadi ya gw juga bingung and heran sebenarnya Tuhan gw itu ada tapi ga merhatiin gw atau gimana ?", well this kind of mindset is a toxic, get rid that out of your mind.

Sekarang apa yang mau saya usaha lakukan setiap hari hanyalah fokus untuk menjadi seorang Christian yang lebih baik dan konsisten, terus menambah variasi bagaimana dekat dengan Tuhan dan kita akan merasa bahwa perjalanan ini tidak membosankan kok, kitanya aja yang belum tau caranya gimana. Perbanyak juga aktivitas FA atau komsel mu karena kamu bisa belajar banyak hal dari orang2 yang sudah ngalamin ini. 

Saya akan bercerita lebih banyak lagi tentang hal ini ketika saya menemukan hal yang baru, yang mau saya highlight hari ini cuma satu bahwa jangan merasa bahwa kamu seorang Kristen yang buruk dan membiarkan Iblis mengubahmu karena dia berkata "You see God wouldn't like a lukewarm (suam2 kuku) Christian like you !", saya yakin 99%++ Christian pernah melewati masa2 seperti kita tapi dengan usaha dan niat yang ingin terus menjadi lebih baik dan grace dari Tuhan Jesus yang begitu sempurna, we will finally make it ! cheers !

Okay, that's all for today, I hope today post can used by God to strengthen your faith ya. I'll see you on the next post later this month.

Titus 3:5 
"He saved us, not because of works done by us in righteousness, but according to His own mercy, by the washing of regeneration and renewal of the Holy Spirit"

Dear My Heavenly Father
Maybe I was or I am still an unstable Christian
Sometimes I can be Your Good Child, 
Sometimes I thought I was very very bad and not deserved to be called as Your child
but You are the God who loves me not because of my works

You keep loving me even when I don't deserve Your love
I dont know how big is Your heart, but I do know that You always give me a grace
You give me opportunity and time to grow and get closer to You
Thank You my Heavenly Father
Although I know my good works are never enough, but I will do that simply because I love You and I am proud to be Your child
Amien